新闻是有分量的

利物浦vs阿森纳:苏达拉,温格

2017年3月4日下午7点10分发布
更新时间:2017年3月5日上午12:43

温格并没有因为他们赢得英超冠军的机会而卖掉他的阿森纳队。摄影:Andreas Gebert / EPA

温格并没有因为他们赢得英超冠军的机会而卖掉他的阿森纳队。 摄影:Andreas Gebert / EPA

印度尼西亚雅加达 - Ada kesamaan yang mengikat Arsenal dan Liverpool。 Kedua manajer dari kedua kubu sama-sama menghadapi kritikan keras dari fans terkait perfoma timnya。

Para Kopites mempertanyakan pilihan strategi Juergen Klopp yang sepanjang 1,5 musim tak membawa perubahan berarti pada tim。 利物浦yang di awal-awal musim sempat tampil meyakinkan-bahkan sempat memimpin klasemen sementara Liga Primer-kini bahkan berjuang untuk mendapatkan slot Liga Champions。

Begitu juga dengan阿森纳。 Tuntutan agar Arsene Wenger hengkang dari tim London Utara itu memenuhi udara setelah kalah memalukan 1-5 dari Bayern Muenchen。

Tapi kondisi keduanya jelas berbeda。 Wenger terbiasa menghadapi situasi ini。 Bahkan,keadaan ini sudah menjadi siklus wajib。 Tim akan tampil meyakinkan di awal musim,kemudian kerap kalah di tengah musim,dan teriakan Wenger out mengemuka untuk sementara。

Karena itu,dengan sangat percaya diri dan tanpa beban emosi,dia tak akan pernah tertarik mundur。 Bahkan mengisi slot kursi kepelatihan yang musim depan kosong di Barcelona pun dia enggan。 Jangankan tertarik,untuk mengisi bursa kandidat saja dia sudah menampiknya。

Bagi Wenger,阿森纳adalah rumahnya。 Dan seorang“pemilik”rumah tak mungkin diusir dari rumahnya sendiri。 Di tangannya,Arsenal meraih miliaran poundsterling dan masuk dalam salah satu klub berpendapatan terbesar dunia。 法国人 67 tahun itu mampu melakukannya bahkan tanpa sebiji piala Liga Inggris pun dalam 12 tahun。

Sangat efisien bukan?

Dengan keberhasilannya membuat keuangan klub sangat sehat,sangat mustahil manajemen akan mendepaknya dari酋长球场。 Justru sebaliknya,para pemilik Arsenal tanpa banyak argumen akan selalu mengikuti kebijakannya。 Termasuk dalam rekrutmen pemain。

Karena itu,jangan kaget jika pemain-pemain seperti Marouane Chamakh atau Park Chu-Young-yang dalam 2 tahun hanya bermain 7 kali dan mencetak satu gol-bisa tiba-tiba masuk sebagai rekrutan baru Arsenal untuk kemudian segera dilupakan。

“Chamakh dan Park”baru terus bermunculan setiap tahun di Arsenal。 Pemain belia datang,gagal,dipinjamkan,lantas dilupakan。 Mereka yang sinarnya terlalu terang akan pindah ke klub-klub besar。

Sedangkan mereka yang berada di posisi tengah-tengah-tidak terlalu bagus tapi juga tidak jelek-bakal bertahan di klub。 Untuk waktu yang cukup lama。

Thierry Henry,Cesc Fabregas,Ashley Cole,dan Robin van Persie hanya beberapa di antara mereka yang memilih meninggalkan Arsenal demi klub besar。 Demi gelar-gelar yang bisa mereka banggakan di masa depan。

Saat pindah ke曼联,Van Persie bahkan dengan jelas mengatakan bahwa Arsenal sama sekali bukan klub idamannya。 “Seorang bocah dalam diriku meneriakkan nama United,”katanya saat memutuskan hijrah ke Setan Merah dan mempersembahkan rentetan gelar bersama Sir Alex Ferguson。

Bagi para pemain hebat tersebut,Arsenal tak ubahnya“klub pembinaan”。 Tempat mereka singgah untuk kemudian menerima tawaran yang lebih besar。 Kalaupun bisa meraih gelar di sana,anggap saja bonus tambahan。

Bukan心理petarung

Bagi para pemain yang bertahan,Arsenal tak ubahnya seperti sekolahan yang membutuhkan siswa untuk bertahan hidup。 Setiap hari para siswa datang dan menerima evaluasi untuk kemudian mengulangi kesalahan yang sama esok hari。 Tak ada yang akan mengeluarkan mereka karena tanpa murid-murid itu sekolahan tersebut bukan apa-apa。

Mereka dipimpin seorang guru yang sangat sabar。 Sabarnya dia akan menyalahkan dirinya sendiri ketika mereka berbuat salah。 Para pemilik sekolah juga tidak berani menekan sang guru karena justru sekolah tersebut bisa bertahan karena kontribusinya。

Jadilah posisi Wenger继续稳定。 Kegagalan hari ini,esok,atau lusa,tak akan bisa menggoyang posisinya。

Wenger tidak pernah menghadapi situasi kritis seperti pelatih-pelatih Chelsea yang meski mempersembahkan Liga Champions pun tetap akan dipecat。 Atau seperti pelatih-pelatih皇家马德里yang nasibnya ditentukan pada satu atau dua laga el clasico saja

Bermain di bawah manajer seperti Wenger jelas sangat nyaman。 Pemain tidak akan menerima lemparan sepatu tepat di pelipis wajah-hingga berdarah-saat bermain buruk。 Pemain juga tidak akan didamprat hanya gara-gara salah memilih jenis studs di sol sepatunya。

Para pemain juga tak perlu harus“makan rumput”untuk membuktikan bahwa mereka telah mati-matian bertarung di lapangan。

Pendekatan formasi juga tak banyak perubahan。 Bersama Wenger,gaya bermain yang sama tetap akan dipakai。 Dan tidak perlu berubah meski lawan memiliki karakter yang identik。

Bandingkan dengan pemain-pemain lain yang harus stres memikirkan keinginan manajernya yang lebih sering berganti formasi daripada berganti kaos kaki。 Atau perubahan额头dari empat bek menjadi tiga bek。 Belum lagi manajer yang memaksa para pemain berlarian ke semua sektor lapangan demi menjaga pertahanannya dari kebobolan。

Itu tidak termasuk pelatih yang memintamu bermain dengan tim cadangan saat penampilanmu jelek。

Wenger tak bisa menekan para pemain seperti itu。 Bagi dia,para pemain adalah intelektual sepak bola yang pasti tahu apa yang harus dilakukan di lapangan。

Masalah dengan sepak bola adalah,pengetahuan tidak cukup untuk meraih kemenangan。 Ia harus diikuti dengan semangat bertarung yang menyala-nyala。 Seperti soal hidup dan mati。

Rasa nyaman itu justru mengkerdilkan para pemainnya sendiri。 德阿达精神阳亢。 Para pemain hanya sekumpulan pengeluh。 Kekalahan selalu dicari pembenarannya。

Tim hanya bermain bagus melawan klub-klub gurem。 Melawan tim yang hampir pasti dapat dengan mudah mereka kalahkan。 精神para pemain sudah melempem bahkan jauh sebelum bus tim parkir di Stamford Bridge。 Pikiran mereka sudah mengawang tak karuan sebelum wasit meniup peluit kick off di Allianz Arena。

Mereka juga tahu bahwa 开始杨mengagumkan di awal musim akan menggembirakan para粉丝。 Kemudian euforia itu dibungkam oleh musim gugur yang tiba di bulan November atau Desember。 Dan di akhir musim,mereka baru sadar ternyata sudah terlalu jauh untuk mengejar penguasa klasemen。

Siklus yang sama terus berulang。 Kegembiraan di awal musim hanya untuk mempersiapkan kesedihan yang akan datang sesudahnya。 Seperti terjebak pada 仓鼠轮。 Yang diputar sendiri oleh Arsene Wenger。

Melawan Liverpool pada Minggu,5 Maret,pukul 00.30 WIB ini,para fans mungkin tak peduli lagi。 Apakah tim ini menang atau kalah。

Mereka cuma menunggu kebesaran hati sang juru taktik untuk menyudahi hari-harinya di Emirates Stadium。 Sesuatu yang seharusnya terjadi 10 tahun lalu。 -Rappler.com