新闻是有分量的

Pemain篮子Klub Siliwangi disanksi Perbasi dan IBL

2017年11月25日下午2:59发布
2017年11月25日下午3:05更新

BEREBUT BOLA。中心Satria Muda Pertamina Kevin Yonas(biru)berebut bola dengan中心Aspac Ferdinand Damanik dalam pertandingan IBL di Jakarta,Sabtu,2016年1月9日。照片oleh Akbar Nugroho Gumay / ANTARA

BEREBUT BOLA。 中心Satria Muda Pertamina Kevin Yonas(biru)berebut bola dengan中心Aspac Ferdinand Damanik dalam pertandingan IBL di Jakarta,Sabtu,2016年1月9日。照片oleh Akbar Nugroho Gumay / ANTARA

BANDUNG,印度尼西亚 - Ferdinand Damanik mengaku terkejut atas sanksi yang dijatuhkan Persatuan Basket Seluruh Indonesia(Perbasi)dan Indonesian Basketball League(IBL)。 Kedua organisasi篮子专业itu memberikan sanksi skorsing terhadap pemain klub篮子Siliwangi Bandung tersebut karena terlibat pengaturan skor atau match fix。

Namun,ketika dikonfirmasi,Ferdinand mengaku tidak tahu apa-apa terkait tuduhan tersebut。

“Kalau mengenai pengaturan skor,saya enggak tahu apa-apa。 Saya juga kaget lihat beritanya。 Tolong tanya Perbasi saja buat detailnya,“kata Ferdinand singkat melalui pesan pendek,Jumat malam,11月24日。

Perbasi menjatuhkan sanksi skorsing selama lima tahun kepada atlit basket berusia 29 tahun ini。 Sedangkan IBL menjatuhkan sanksi lebih berat。 Pemain dengan posisi大前锋itu mendapat sanksi berupa larangan terlibat di IBL seumur hidup。

Sanksi berat tersebut merujuk pada peraturan pelaksanaan IBL Bab 4 Pasal 7 Ayat 2,yang berbunyi“Apabila terdapat salah satu personel klub IBL yang terbukti melakukan game fix(pengaturan skor),maka personel klub IBL tersebut akan dikenakan sanksi minimal Rp 100.000.000(seratus) juta rupiah)dan tidak boleh mengikuti seluruh kegiatan PT BBI seumur hidup。“

Tidak hanya Ferdinand,Perbasi juga menjatuhkan sanksi terhadap 7 pemain Siliwangi Bandung lainnya,termasuk seorang官方团队。 Melalui surat pemberitahuan提名人508 / XI / PP / 2017,para pelaku pengaturan skor itu diberi hukuman skorsing bervariasi dari dua tahun hingga lima tahun。

Mereka adalah Gian Gumilar,Tri Wilopo,Haritsa Harlusdityo,Fredy,Vinton Nolan Surawi,Untung Gendro Mayono,Robertus Riza Raharjo,dan Zulhilmi Fatturohman,官方蒂姆。 Sanksi mulai berlaku 31 Oktober lalu。

Ferdinand menjadi pemain yang mendapat hukuman paling lama。 Sedangkan,Tri Wilopo,Gian Gumilar,Haritsa,dan Untung dijatuhi hukuman empat tahun。

Sementara Fredy,Vinton,dan Robertus disanksi skorsing selama tiga tahun。 Sanksi paling ringan dijatuhkan kepada Zulhilmi,yakni dua tahun skorsing。

Manajemen dirugikan

Menanggapi sanksi tersebut,manajemen Siliwangi Bandung musim 2016,PT Bandung Utama Raya mengaku tidak mengetahui praktik main mata itu。

“Itu di luar sepengetahuan kami,”ujar Direktur Utama PT Bandung Utama Raya,Dennis Depriadie,saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon,Jumat 11月24日。

Berdasarkan informasi yang diterimanya,Dennis mengatakan,kedelapan pemain dan satu official tim itu telah terbukti melakukan pengaturan skor dengan bukti-bukti yang sangat valid。 PT Bandung Utama Raya,kata Dennis merasa kecewa dengan ulah nakal para pemainnya。 Akibatnya,manajemen dirugikan dalam banyak hal。

“Sangat kecewa dengan kejadian ini karena ini dampaknya sangat kompleks sehingga 失去bussiness buat kami。 赞助商kami hilang,karena kami harusnya lolos play off,kami tidak lolos dan lain segala macam。 Sangat merugikan sekali secara bisnis dan lainnya。 Bagaimana klub ini masih tetap stable dan yang lainnya。 Itu sih poinnya,kami sangat kecewa,“kata dia。

Melalui rilis yang dibuat kuasa hukumnya,manajemen klub basket Siliwangi Bandung musim 2016 juga membantah anggapan banyak pihak mengenai motif terjadinya pengaturan skor oleh para pelaku。 谣言杨beredar menyebut主题para pelaku melakukan tindakan tak sportif itu akibat manajeman lalai membayarkan gaji pemain setiap bulannya。

“Hal terse but adalah tidak benar。 Kami ing menegaskan bahwa gaji seluruh pemain hingga akhir musim kompetisi IBL 2016-2017 saat itu telah dibayarkan setiap bulannya,sehingga tidak benar jika isu tersebut dan isu-isu lainnya dijadikan alasan pembenar untuk melakukan tindakan pengaturan skor tersebut,“demikian bunyi rilis yang ditanda tangani kuasa hukum Martinus dan Bobby H. Siregar。

Rilis itu juga menyebutkan,manajemen Siliwangi Bandung musim 2016 sangat mengapresiasi dan mendukung surat yang telah dikeluarkan PP Perbasi terkait sanksi yang dijatuhkan kepada 8 pemain dan satu orang official tim itu。 Manajemen menyatakan tidak terlibat dalam tindakan pengaturan skor tersebut yang secara hukum tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun。

“Maka dengan ini kami dengan tegas akan menindaklanjuti secara hukum dengan melihat perkembangan-perkembangan atas kejadian pengaturan skor(match fixing)yang telah dilakukan oleh sebagian pemain dan official klub bola basket Siliwangi Bandung 2016-2017 pada kompetisi Indonesian Basketball League(IBL)musim 2016 -2017,“kata dia。

Lalu,bagaimana nasib para pelaku pengaturan skor itu?

Manajer Siliwangi Bandung musim 2017,Romy Tanaka Pattipeilohy mengatakan,kedelapan atlit yang terlibat pengaturan skor saat ini tidak lagi tercatat sebagai pemain di Siliwangi Bandung。 Romy mengungkapkan,manajemen Siliwangi Bandung yang kini telah berpindah tangan dari dari PT Bandung Utama Raya ke Neosport Maung Internasional,merombak seluruh pemain akibat kasus tersebut。

“Sebenarnya dari delapan pemain itu ada beberapa pemain yang mau dipakai lagi。 Tapi karena mereka terkait kasus itu,tidak dipakai lagi。 Jadi kita rombak semua,“ujar Romy melalui sambungan telepon pada Jumat kemarin。

Ia juga menegaskan kedelapan pemain tersebut saat ini sudah tidak ada kaitannya lagi dengan klub basket Siliwangi Bandung。 Mereka tidak lagi terikat kontrak。 - Rappler.com