新闻是有分量的

Luis Milla ingin印度尼西亚memainkan sepak bolanya sendiri

2017年2月22日下午1:12发布
2017年2月22日下午1:12更新

Pelatih baru Timnas Indonesia Luis Milla berfoto di samping tulisan PSSI usai memberikan keterangan pers di Kantor PSSI,Jakarta,Jumat(20/1)。 Foto oleh Sigid Kurniawan / ANTARA

Pelatih baru Timnas Indonesia Luis Milla berfoto di samping tulisan PSSI usai memberikan keterangan pers di Kantor PSSI,Jakarta,Jumat(20/1)。 Foto oleh Sigid Kurniawan / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Pelatih timnas Luis Milla akhirnya menunjukkan polesannya di atas lapangan。 Selama sebulan terakhir,dia lebih banyak diwawancara,menjelaskan harapan,keinginan dan targetnya dari atas meja via jumpa pers dengan awak media。

Janjinya mengubah gaya permainan dan memaksimalkan potensi pemain Garuda Muda dengan style permainan ala Indonesia。 Dengan begitu,gaya Indonesia dalam sepak bola bisa dimunculkan。

Ibarat Spanyol yang memiliki gaya sendiri,Luis Milla mencoba melahirkan gaya tersebut。 Tapi,dalam sesi latihan,menu yang diberikan memang lebih banyak ke ball posession Kemudian dibarengi press,cara tepat menutup pergerakan lawan yang membawa bola。

Sentuhan bola pendek cepat,diperagakan dalam tiga sesi latihan para pemain。 Mulai dari simulasi seperempat lapangan,sampai satu lapangan penuh permainan dilakukan。

Saat disinggung bahwa gaya latihan dan sentuhan bola pendek cepat pemain tersebut seperti gaya tiki-taka Barcelona,Milla menolaknya。 Baginya,terminologi tersebut tak perlu dibawa-bawa ke Indonesia。

“Terlalu capat bilang pakai tiki-taka apa tidak.Saya tidak suka term itu。Sepak bola lebih dari itu,”kata pria yang juga eks pelatih Timnas U-21 Spanyol tersebut。

Bagi mantan pemain Barcelona tersebut,sepak bola dan timnya nanti akan memakai banyak strategi dan gaya permainan。 “Sepak bola itu banyak form- nya,bisa main nyerang,bisa main bertahan,”dia menegaskan。

Mengukur intelejensi dan kecepatan berpikir pemain

Milla memiliki cara tersendiri untuk mengukur kemampuan berpikir pemain-pemain yang akan diseleksinya。 Sejauh mana pemain tersebut bisa mengambil tindakan,saat dalam posisi terjepit。

Latihan tersebut dibuatnya dalam kondisi bertahap dengan membuat kotak-kotak kecil khusus saat latihan。 Fokusnya,hanya pada 路过 dan sentuhan bola antar pemain。

Sesi pertama,dia membagi tim dalam dua kelompok。 Mereka减少melakukan 通过 ,dalam ruang sempit。 13 pemain dibagi dalam dua kelompok,kemudian memainkan pass cepat di seperempat lapangan bola yang sudah dibagi dua dengan tali putih。

Hasilnya,pemain-pemain dipaksa bergerak,menutup ruang untuk lawan,dan membuka ruang untuk yang memegang bola。

“Saya sengaja melakukan itu.Untuk melihat bagaimana pemain dalam berpikir,apa yang mereka lakukan saat posisi tertekan dan bagaimana mereka menghadapi situasi tersebut,apakah diumpan,di-dribling,atau yang lain,”papar dia。

Febri Hariyadi,winger yang biasanya memiliki eksplorasi kecepatan,juga merasakan hal yang berbeda。 Kalau awalnya dia bisa memanfaatkan kecepatannya,dalam latihan dia harus berpikir keras mengamankan bola,sembari melihat ruang atau celah untuk dimaksimalkan agar tak dihalau oleh lawan。

“Tadi banyak ball posession dan press.Itu yang ditekankan.Memang bilang main menyerang,menyerang bukan hanya saat bawa bola,tapi bagaimana pergerakan pemain lain saat rekannya membawa bola,”ungkapnya。

Sejauh ini,latihan yang diberikan masih sebatas perkenalan。 Belum memasuki sesi taktik-strategi yang serius。 Karena itu,pemain belum bisa lebih jauh menilai sosok Milla。

Hanya,dia merasakan,selama dua jam latihan,keseriusan,pergerakan,dan sentuhan pemain,benar-benar dimaksimalkan。 -Rappler.com