新闻是有分量的

伍尔弗汉普顿vs切尔西:Sayonara manajer Inggris Raya

2017年2月18日下午9点40分发布
2017年2月18日下午9:40更新

David Luiz setelah mencetak gol ke gawang利物浦,Rabu(1/2)。 Foto diambil dari @ ChelseaFC / Twitter

David Luiz setelah mencetak gol ke gawang利物浦,Rabu(1/2)。 Foto diambil dari @ ChelseaFC / Twitter

雅加达,印度尼西亚 - Sepak bola Inggris dalam satu dekade menjadi saksi pergeseran“kekuasaan”di kalangan manajer。 Bendera negara-negara Inggris Raya semakin tersisihkan dalam daftar kewarganegaraan juru taktik yang meraih juara di Liga Inggris。

Orang terakhir yang menjuarainya tentu saja Sir Alex Ferguson。 Fergie menjadi 苏格兰 terakhir yang pernah meraih gelar juara Liga Primer sebelum pensiun pada akhir musim 2012-2013 usai membawa Setan Merah menjadi jawara-yang juga barangkali untuk kali terakhir。

Padahal,Fergie adalah garda terakhir penjaga wibawa Inggris Raya。 Sebab,liga yang diklaim terbaik di dunia itu tak pernah lagi menjadi panggung bagi pelatih domestik。

Kali terakhir manajer Inggris menjadi juara adalah Howard Wilkinson pada 1991-1992。 Itupun barangkali suporter era sekarang tak ada yang ingat siapa dia。 Bahkan dengan klub apa dia meraihnya。

Sebelum musim 2008-2009,Liga Inggris selalu didominasi manajer asal Inggris dan Skotlandia。 Kedua negara ini dominan bergantian melahirkan manajer berkelas hingga mengantarkan klub-klubnya jadi penguasa。

Kalapun ada“perlawanan”,paling-paling satu dua negara lain untuk kemudian kembali ditelan dan tenggelam oleh manajer dari kedua negara tersebut。 Beberapa nama yang kerap disebut selain Fergie adalah Kenny Dalglish yang meraih juara bersama利物浦丹布莱克本流浪者。

Tapi sebagian besar dari nama-nama non Fergie itu terjadi sebelum 1995-1996。 Artinya,praktis hanya Fergie yang konsisten membela rumpun bangsanya untuk bertarung di jajaran elit pelatih-pelatih dunia yang silih berganti datang。

Situasi yang lebih buruk justru terjadi di Piala FA。 Jika manajer Inggris Raya kali terakhir juara Liga Primer pada 2013,di Piala FA justru 5 tahun sebelumnya。 Harry Redknapp adalah juru taktik Inggris Raya terakhir yang bisa menggondol Piala FA。

时代的sesudah itu,白痴Liga Primer maupun Piala FA,sudah tak karuan lagi。 Tak ada lagi kendali“pribumi”atau bangsa serumpun di dua kompetisi tersebut。

Atau jika dilihat dalam sudut pandang yang berbeda,para pelatih Inggris Raya kini tak lagi bisa bersaing di kompetisi papan atas。 Mereka terus terjun bebas。 Kejatuhan mereka memberi ruang bagi manajer-manajer yang jauh lebih hebat dari berbagai negara sepak bola。

意大利semakin berkuasa

Para manajer tersebut sebagian besar datang dari sebuah negeri yang persinggungan budayanya cukup jauh dari mereka。 Sebuah negeri dari Semenanjung Apenina:意大利。

Dalam sewindu terakhir,misalnya。 Manajer-manajer asal Italia“mengajari”para pelatih lokal bagaimana caranya meraih 3 gelar juara Liga Primer。 Begitu juga di Piala FA。 Tiga gelar juara diraih 3 pelatih berbeda asal Italia dengan 2 klub berbeda。

Carlo Ancelotti dan Roberto Di Matteo meraihnya bersama Chelsea sedangkan Roberto Mancini bersama曼城。

Negara lain? Manajer asal Perancis dan Belanda hanya 2 kali meraih gelar juara Piala FA。 Yakni monsieur Arsene Wenger yang menjuarainya 2 kali bersama Arsenal。 Kemudian meneer Guus Hiddink dan Louis van Gaal masing-masing bersama Chelsea dan Manchester United。

Italia benar-benar mendominasi kompetisi Liga Inggris dalam sewindu terakhir。

Dominasi negeri pisa tersebut semakin terasa dengan adanya eksodus manajer-manajer Serie A ke Inggris。 Antonio Conte adalah manajer asal Italia kesepuluh yang merumput di Inggris。

Kehadiran Conte kemudian diikuti kompatriotnya,Walter Mazzarri(沃特福德)。 Semusim sebelumnya,sudah ada Claudio Ranieri(莱斯特城)dan Francesco Guidolin(斯旺西市)meski nama terakhir sudah tidak lagi bersama The Swans musim ini。

Memang,tidak semua allenatore asal Italia sukses di negeri Ratu Elizabeth。 Attilio Lombardo gagal bersama水晶宫。 Begitu juga Guidolin,si bengal Paulo Di Canio(桑德兰),dan Gianfranco Zola(西汉姆联)yang sekarang bahkan 非工作别名nganggur。

Tapi,meskipun begitu,lebih banyak pelatih Italia yang mencatatkan prestasi daripada yang gagal。 Dari 11 manajer asal Italia di Inggris,hanya 2 pelatih yang tanpa gelar。

Vialli barangkali memang tak pernah memberi gelar juara Liga Primer kepada Chelsea。 Tapi,di tangannya, The Blues meraih Piala FA 1999-2000,Piala Liga 1997-1998,Piala Winner 1997-1998,dan Piala Super Eropa 1998。

Begitu juga Roberto Di Matteo yang meski tak memberi gelar juara domestik,dia adalah satu-satunya manajer yang memberikan gelar juara Liga Champions kepada Chelsea。

Itu belum termasuk gelar juara Liga Primer Roberto Mancini bersama City dan 双冠军 Carlo Ancelotti bersama切尔西。

Catatan bergelimang gelar tersebut bisa semakin bertambah jika Conte menambahkan 2 medali dalam lemarinya。

Mantan pelatih尤文图斯itu berpotensi memborong 2 piala musim ini。 Di Liga Primer mereka nyaman memimpin klasemen dengan selisih 8 angka。 Di Piala FA,mereka lolos ke 16 besar dan akan berhadapan dengan Wolverhampton,klub kasta kedua Championship,pada Minggu,19 Februari,pukul 00.30 dini hari WIB。

Conte mengindikasikan bakal menurunkan beberapa pemain cadangan。 Bukan karena meremehkan,tapi dia takinininitas di Liga Primer hancur gara-gara“gelar kelas dua”di Piala FA。

Beberapa nama yang akan diistirahatkan seperti sayap kiri Marcos Alonso dan bek tengah David Luiz。 Pedro Rodriguez kemungkinan akan diistirahatkan untuk memberi 分钟游戏 ekstra kepada Willian。 Begitu juga Diego Costa yang akan digantikan Michy Batshuayi。

Conte ingin semuanya tetap dalam kendali。 Musim belum berakhir。 Mereka belum memastikan apa-apa。 “Saat ini semua harus fokus dan tidak melihat terlalu jauh ke depan,”katanya seperti dikutip BBC。

Mantan kapten Juventus itu tak ingin situasi seperti Burnley terjadi lagi。 Mereka ditahan tim gurem itu 1-1。 Padahal,klub伦敦Barat itu berpeluang menjauhkan diri dari peringkat kedua dengan selisih 10 poin。

Paul Lambert,manajer Wolverhampton,berharap situasi Burnley bisa terulang lagi。

“Saat ini kami hanya bisa berharap Chelsea apes,”kata manajer yang kebetulan berasal dari Skotlandia itu。 -Rappler.com