新闻是有分量的

拜仁慕尼黑vs阿森纳:Hanya meminta kemenangan sederhana

2017年2月15日下午8:51发布
2017年2月15日下午8:51更新

Carlo Ancelotti resmi dikenalkan sebagai pelatih Bayern Munich pada hari Senin,2016 Juli 2016. Foto oleh Twitter @FCBayernEn

Carlo Ancelotti resmi dikenalkan sebagai pelatih Bayern Munich pada hari Senin,2016 Juli 2016. Foto oleh Twitter @FCBayernEn

雅加达,印度尼西亚 - Pergantian sosok der trainer dari Pep Guardiola ke Carlo Ancelotti bisa menjadi berkah。 Terutama bagi para pemain yang tidak suka dengan game play yang ketat dengan kendali permainan begitu detail。

Ancelotti memang orang yang cocok dengan mereka yang tidak terlalu suka dengan pelatih yang mendikte。 Apalagi yang punya“ 情绪摇摆 ”parah。 Maksudnya,lebih sering berganti formasi daripada berganti kaus kaki。

“Di lapangan itu ada bapak dua anak。 Ada seorang pemimpin dari keluarganya。 Saya tidak perlu mengatakan apa yang harus mereka lakukan,“katanya dalam sebuah wawancara saat masih menjabat allenatore di AC Milan。

Begitulah Carletto-sapaan akrabnya。 Para pemain yang pernah berada dalam asuhannya tak pernah merasa sangat dituntut olehnya。 Dia juga bukan pelatih yang begitu terobsesi dengan satu bentuk gaya permainan tertentu。

Karakternya yang lepas dan tenang begitu terjaga。 Bahkan beberapa saat sebelum laga-laga krusial双关语,Carletto tetap sosok yang hangat dan santai。 Paolo Maldini ingat betul soal itu。

“Sebelum laga最终Liga Champions digelar,Carletto justru bercanda dan berbicara soal menu makan malam,”kata mantan bek Milan itu mengingat memori manis pada musim 2006-2007。

Kita semua tahu bahwa setelah pembicaraan soal makan malam dan guyonan garing Carletto itu,Milan keluar sebagai jawara Liga Champions mengalahkan Liverpool。

“Ancelotti membuat kami sangat rileks,”kata Maldini dalam kata sambutan buku tentang Ancelotti: 普通天才的美丽游戏。

Kesan Maldini tentang mantan pelatih皇家马德里tentu jauh berbeda dengan pelatih pelatih hebat yang muncul belakangan。 Pendekatan mereka jauh dari kata rileks。 Permainan dan kemenangan sudah menjadi obsesi besar。

Bukan berarti Ancelotti tak memiliki gairah kemenangan yang sama。 Italiano 57 tahun tersebut mampu mengelolanya menjadi dorongan emosi yang sederhana。

Bandingkan dengan,misalnya,Pep Guardiola yang pada tengah malam mendadak memanggil Lionel Messi ke kamarnya。 Hanya untuk menyampaikan posisi barunya sebagai false九别名penyerangluang。

Begitu juga Jose Mourinho yang di Chelsea dulu dikenal dengan pendekatan 围攻心态 Mengkondisikan para pemain diserang oleh semua pihak agar muncul semangat solidaritas pengorbanan dan kerja keras di lapangan。

Itu belum termasuk obsesi Guardiola untuk bernd dengan gaya“ningrat” 拥有足球 atau kebiasaan Mourinho yang gemar mengkambinghitamkan pemain di muka umum。

Don Carletto jauh dari itu。

“Orang selalu membayangkan,sosok pelatih adalah orang yang memberi pidato-pidato membakar emosi dalam momen-momen krusial。 Hingga para pemain berlinang air mata,“kata Maldini。

Di Milan,kata salah satu bek terbaik dunia itu,para pemain juga berlinang air mata sebelum pertandingan。 Tapi itu karena mereka tertawa terbahak-bahak gara-gara banyolan Ancelotti。

Tidak perlu revolusi

Meskipun begitu,bukan berarti Ancelotti tanpa terobosan。 Dia juga membuat perubahan dalam tim-tim yang dia tangani。 Dan perubahan itu selalu mampu membuat tim mengeluarkan performa terbaiknya meski perubahan itu terkesan sepele。

Saat menjadi juru taktik Chelsea,misalnya。 Blues yang di era Jose Mourinho kerap bermain dengan tiga penyerang(4-3-3)kembali ke formasi 2 penyerang plus formasi berlian di lapangan tengah(4-3-1-2)。

Begitu juga di Real Madrid。 Angel Di Maria yang bias beroperasi di sektor winger justru dimundurkan di posisi gelandang sebelah kiri。 Memang,saat itu posisi winger di Los Blancos sedang sangat kompetitif。 Gareth Bale sudah mengkapling di kanan sedangkan Cristiano Ronaldo tak mungkin sudi dipindah dari sisi kiri。

Hasilnya,Di Maria justru tampil sebagai tukang obrak-abrik pertahanan lawan。 Dia akan mengeksplorasi ruang antara fullback dan center back untuk kemudian mengirim umpan tarik ke tengah lapangan atau melepas tembakan。 Para pemain belakang jelas tak menduga pergerakannya karena mereka lebih fokus pada Ronaldo atau Karim Benzema di tengah。

Perubahan-perubahan sederhana itu selalu menjadi ciri khas Don Carletto。 Begitu juga saat dia akhirnya hijrah ke Jerman untuk menangani Bayern Muenchen。

“Tidak akan ada revolusi permainan。 Saya tidak ingin melakukannya,“katanya seperti 。

“Paling-paling kalau ada perubahan ya kami akan menekan lebih acak dan bermain lebih direct ,lebih vertikal,”imbuh pelatih dengan 3 gelar Liga Champions tersebut。

Kesederhanaan permainan itu pula yang akan menjadi senjata Ancelotti saat Philipp Lahm dan kawan-kawan menjamu Arsenal di Allianz Arena,Kamis,16 Februari,pukul 02.45 WIB dini hari。

Namun,Ancelotti terkadang harus meningkatkan 危机感 Sebab,sikap dia yang kelewat santai itu bisa menjadi大错。 Di fase grup Liga Champions musim ini,mereka kalah dari Atletico Madrid dan Rostov。

Kalah dari Atleti mungkin bisa dimaafkan tapi dari tim Rusia tersebut rasanya jelas kebangetan hingga akhirnya mereka lolos tidak sebagai juara grup。

Meskipun begitu,hasil undian fase 16 besar jelas membawa senyum bagi Ancelotti dan pasukannya。 Sebab,Arsenal adalah lawan yang begitu mereka kenal。

Ibaratnya,menyingkirkan Arsenal di 16 besar sudah menjadi“tugas wajib”拜仁。 Mereka sukses melakukannya pada musim 2012-2013,2013-2014,dan jangan sampai lupa juga di musim 2004-2005。

Kali ini,Bayern tampaknya akan mengulanginya lagi。 Mungkin jauh lebih santai karena kali ini bersama Ancelotti。 -Rappler.com